SANTET "JIN" DILIHAT DARI KACAMATA ILMU FISIKA & CARA PENANGGULANGANNYA



Ibuk ida (bukan nama sebenarnya) bercerita padaku, dulu sekitar tahun 1987 ketika anaknya masih kecil suaminya mendapat teror bahwa malam itu akan di santet kebenaran Sang suami berpropesi sebagai pedagang, entah karena iri atau dendam dia tidak mengerti. Namun sang suami kelihatannya menaggapi dengan serius teror orang tersebut, pada pukul 11 malam sang suami tidak masuk kekamar malah dia tidur diluar yang hanya beralaskan tikar yang sangat tipis. Menjelang pukul 12 malam peristiwa aneh pun terjadi rumah seperti dilempar dengan batu krikil - krikil kecil, dan suaru itu terdengan jelas ditelinga ibuk ida bak hujan batu. Sementara diluar sang suami berguling - guling dilantai seperti mengkal kekuatan jahat tersebut. Ahirnya suara lemparan krikil tersebut perlahan - lahan melemah dan ahirnya hilang. Dan sukur alhamdulillah malam itu mereka sekeluarga selamat dari teror santet tersebut. Cerita ini menjadi tanda tanya bagi saya, apa hubungannya menahan santet dengan berguling2 dilantai?

Dilain waktu saya melihat ada seorang pereman kampung yang tangannya digendong sepertinya patah. Yang saya tau preman itu kebal senjata tajam sejak kecil dan dia baru keluar dari penjara. Iseng - iseng saya tanya dengan teman- teman kenapa tangannya sampai patah, usut - usut ternyata tangannya habis dipukul kakak kandungnya dengan kayu kelor karena ingin membunuh ibuknya lantaran tidak dikasih uang jajan. Ternyata kakak kandungnya yang mengetahui kelemahan adeknya ini sudah siap-siap dengan benda (kayu  kelor) ini jika adeknya sudah keluar penjara.
Pertanyaanpun kembali muncul, ada apa dengan tumbuhan ini?banyak orang mempercayai mitos tumbuhan ini yang bisa melumpuhkan orang - orang sakti yang menggunakan kekutan gaib (baca; menggunakan jin)

Kasus ketiga, masih ingat didalam benak saya tahun 2008 saat mengikuti audisi bujang gadis palebang, sehari sebelum grand final saat gladi resik tiba - tiba seorang finalis wanita terjatuh dan ternyata finalis ini kesurupan. Semalam suntuk wanita ini kesurupan para tokoh paranormalpun didatangkan namun tidak berhasil. Esok paginya ada hal yang aneh sekaligus lucu dimata saya, saat kami sarapan pagi wanita kesurupan ini dibawa turun kebawah, seseorang berkata “sentuhkan kakinya kebumi?” wanita kesurupan inipun berterik “ jangan...jangan..tidak..kembalikan saya keatas”. Saya melihat orang-orang ini berusaha menyentuhkan kaki wanita ini kebumi, namun lucunya si finalis ini malah menginjak kaki orang yang membawanya, sayapun tersenyum melihat aksis yang cukup menggelitik ini. Dibenak saya apa yang terjadi?mengapa orang ini takut menyentuh bumi?
Secara tidak sengaja saya menemukan artikel jawaban dari pertanyaan saya diatas yang dilihat dari kaca mata ilmu Fisika.

"Santet, teluh, sihir atau apapun namanya adalah energi negatif yang mampu merusak kehidupan seseorang, berupa terkena penyakit, kehancuran rumah tangga hingga sampai kematian.Berbagai penyelidikan pun telah banyak dilakukan ilmuwan terhadap fenomena santet dan sejenisnya. Tentu metode penelitian para ilmuwan agak berbeda dengan agamawan. Jika para agamawan memakai rujukan dalil-dalil kitab suci (ayat kitabiyah), maka para ilmuwan menggunakan ayat kauniyah (alam semesta) untuk menyelidiki santet ini. Penyelidikan yang menggunakan ayat kauniyah tentunya harus memiliki metode yang sifatnya ilmiah, mulai dari mencari kasus-kasus santet, tipe-tipe santet, gejala, akibat dan sebagainya. Lalu kemudian dilakukan berbagai eksperimen untuk penyembuhannya. Salah satu kesimpulan / pendapat yang mengemuka adalah santet itu sebenarnya adalah energi. Kenapa dalam kasus santet bisa masuk paku, kalajengking, penggorengan, dan lainnya, bisa dijelaskan melalui proses materialisasi energi.

Nah, santet dan mahluk halus itu ternyata energi yang bermuatan (-). Bumipun ternyata memiliki muatan (-). Dalam hukum C Coulomb dikatakan bahwa muatan yang senama akan saling tolak menolak dan muatan yang tidak senama justru akan tarik menarik.
Rumusnya :
F = K * ((Q1*Q2)/R^2)
F = gaya tarik menarik
K = Konstanta
Q1, Q2 = muatan
R = jarak

Nah karena demit alias mahluk halus dan bumi itu sama-sama bermuatan (-) makanya para demit itu tidaklah menyentuh bumi.Orang tua jaman dulu juga sering mengingatkan jika bicara dengan orang yang tidak dikenal pada malam hari maka lihatlah apakah kakinya menapak ke bumi atau tidak. Jika tidak, maka ia berarti golongan mahluk halus.Begitu juga dengan santet yang ternyata bermuatan (-), maka secara fisika bisa ditanggulangi atau ditangkal dengan hukum C Coulomb ini.

Disini kita tidak membahas metode melawan santet dengan zikir karena sudah banyak dibahas tapi kita akan mencoba menawarkan alternatif lainnya yang bisa bersifat “standalone” (untuk non muslim) maupun digabungkan dengan zikir (untuk muslim).
Beberapa Metodenya :
1. Tidurlah di lantai yang langsung menyentuh bumi.
Boleh gunakan alas tidur asal tidak lebih dari 15 Cm. Dengan tidur di lantai maka santet kesulitan masuk karena terhalang muatan (-) dari bumi.

2. Membuat alat elektronik yang mampu memancarkan gelombang bermuatan (-).
Mahluk halus, jin, santet, dll akan menjauh jika terkena getaran alat ini. Tapi kelemahan alat ini tidak mampu mendeteksi mahluk baik dan jahat. Jadi, alat ini akan “menghajar” mahluk apa saja. Jika ada jin baik dan jin jahat maka keduanya akan “diusir” juga.

3. Menanam pohon atau tanaman yang memiliki muatan (-).
Bagi yang peka spiritual, aura tanaman ini adalah terasa “dingin”. Pohon yang memiliki muatan (-) diantaranya : dadap, pacar air, kelor, bambu kuning dll. Tanaman sejenis ini paling tidak disukai mahluk halus. Biasanya tanaman bermuatan (-) ini tidaklah mencengkram terlalu kuat di tanah (bumi) dibandingkan dengan tanaman bermuatan (+).
Lain halnya dengan pohon yang memiliki muatan (+) seperti pohon asem, beringin, belimbing, kemuning, alas randu, dll maka phohon sejenis ini tentu akan menarik mahluk halus dan seringkali dijadikan tempat tinggal.

Hal ini dikarenakan ada gaya tarik menarik antara pohon (+) dan mahluk halus (-) sesuai hukum C Coulomb.
Terlepas dari berhasil atau tidaknya cara-cara di atas, semuanya pasti akan kembali bergantung pada Kekuasaan Tuhan Sang Pencipta. Cara yang paling ampuh untuk menangkal segala hal buruk yang ada di sekeliling kita adalah tetap berserah dan mendekatkan diri kepada-Nya sembari mengharapkan perlindungan-Nya. (sumber kaskus.us)"
Mr.TM Article